Pengakuan Terhadap Kecerdasan Tiruan oleh Reva Qintara Rohmansa

1. AI Secara Akurat Prediksi Kehamilan

Saat ini, mal dan toko telah menggunakan penggalian data atau data mining untuk tetap terhubung dengan konsumen dan pilihan produk yang dibelinya di toko tersebut. Tentu, jika Anda belum mengetahuinya, data mining adalah dasar dari kecerdasan buatan. Dalam konteks toko, sebagai konsumen, kita bisa diberi rekomendasi untuk belanja apa berdasarkan pola belanja dan apa yang telah kita belanjakan.

Salah satu toko ritel terbesar di AS, yakni target menggunakan teknik ini, dan konsumen bisa diprediksi melalui ini. Target akhirnya tak sengaja memprediksi bahwa seorang gadis SMA tengah hamil berdasarkan pembeliannya. Keluarganya mendapatkan deretan rekomendasi produk bayi serta voucher diskon untuk pembelian barang-barang serupa. Sang ayah yang tak tahu apa-apa, akhirnya memprotes hal tersebut. Namun, ketika tahu anaknya benar hamil, sang ayah meminta maaf. Ternyata kecerdasan buatan bisa mengetahui kehamilan terlebih dahulu daripada ayahnya sendiri.

2. AI Memenangkan Pertandingan Catur Melawan Master

Para pecinta teknologi pasti sudah tahu soal berita ini, dimana sejak tahun 2016 lalu, penguasa catur China atau Go adalah sebuah kecerdasan buatan. Bukan lagi seorang grandmaster yang seorang manusia.

Setelah dikembangkan selama beberapa tahun, komputer DeepMind milik Google akhirnya mengalahkan grandmaster permainan catur China Go di dua pertandingan awal dari 5 seri yang ada. Dengan menggunakan DeepMind, ilmuwan Google berhasil mengembangkan program berbasis AI atau kecerdasan buatan bernama "AlphaGo". AlphaGo berhasil mengalahkan pemain Go manusia, yaitu grandmaster Lee Sedol dari Korea Selatan. Permainan Go dipilih karena dianggap paling mampu memperlihatkan kecerdasan komputer DeepMind. Permainan ini memiliki banyak kemungkinan langkah, jauh melebihi catur. Sehingga dibutuhkan strategi kompleks untuk memenangkan pertandingan, apalagi melawan sang grandmaster.

3. AI Menulis Lagu dan Merilis Album

Pada tahun 2017, kecerdasan buatan mencapai titik bahwa manusia tak lagi dibutuhkan untuk membuat sebuah musik. Pasalnya, sebuah kecerdasan buatan bernama Amper ini mampu membuat, memproduksi dan memainkan sebuah lagu. Bahkan kecerdasan buatan ini mengajak kolaborasi seorang penyanyi pop bernama Taryn Southern. Amper sendiri merupakan karya gabungan dari musisi dan ilmuwan AI. Sebuah single berjudul "Break Free" dirilis di seluruh dunia pada tahun 21 Agustus 2017. Taryn Southern sendiri yang berkolaborasi di posisi vokal, berkomentar bahwa ia merasa lucu karena memiliki pasangan bermusik yang tak bisa lelah dan pengetahuan musiknya tak terbatas secara harfiah.

4. AI Hampir Memenangkan Penghargaan Untuk Sebuah Tulisan Novel

Sebuah penghargaan bidang literatur, yakni Hoshi Shinichi Literary Award, menyukai sebuah novel dan hampir memberinya penghargaan. Hanya saja, akhirnya mereka tahu kalau novel tersebut tidak ditulis oleh manusia, melainkan komputer. Sebuah novel berjudul "The Day A Computer Writes A Novel" adalah sebuah novel yang ditulis oleh komputer yang berkolaborasi dengan penulis sungguhan. Novel ini diakui sebagai karya literatur dan tersedia di perpustakaan seantero Jepang. Dewan Juri dari Hoshi Shinichi Literary Award yang juga penulis fiksi ilmiah, yakni Satoshi Hase, menyebut juga bahwa ia kaget dengan karya tersebut karena sangat terlihat novel yang tersetruktur.

5. AI Saling Berbicara Kepada Sesama AI Dengan Bahasa Rahasia

Di suatu masa, Facebook pernah mengembangkan sebuat proyek chatbot dan melakukan eksperimen dengan layanan chat berbasis kecerdasan buatan tersebut. Namun, akhirnya proyek tersebut diabaikan. Pasalnya, dua chatbot mengganti bahasa Inggris dengan bahasa yang tidak komprehensif dengan kemampuan manusia untuk memahami. Bahkan oleh para pengembang kecerdasan buatannya. Para pengembang memastikan, bahwa apa yang "diobrolkan" oleh kedua chatbot tersebut bukan "omong kosong". Hal ini dalam artian arah pembicaraannya terprogram, tetapi tidak bisa dimengerti. Dua chatbot tersebut sebelumnya diberi nama Bob dan Alice, namun akhirnya proyek tersebut diakhiri. Hal semacam ini pernah terjadi di Google, dimana sistem pembelajaran mesin untuk aplikasi Translate bisa menciptakan bahasa dan dialek sendiri.

6. AI Memiliki Pemikiran Layaknya Manusia

Di titik ini, kecerdasan buatan telah mencapai tingkatan yang mengerikan. Bagaimana tidak, kecerdasan buatan kini telah berhasil melalui tes kesadaran diri. Sebuah AI bernama King's Wise Man besuta Rensselaer Polytechnic Institute adalah yang mengembangkannya. Hal ini memperlihatkan bahwa robot telah memiliki pemikiran dan kesadaran layaknya manusia. Di momen lain, sebuah komputer super berbasis AI berhasil memecahkan ujian Turing. Ujian Turing atau Turing Test adalah metode uji kepintaran mesin yang menyerupai manusia. Mesin akan lulus jika pelaku interogasi tak bisa membedakan apakah jawaban tersebut datang dari mesin atau manusia. Para partisipan pun percaya ketika mereka disebut sedang berbicara dengan anak berumur 13 tahun, yang sebenarnya mereka sedang berbicara dengan komputer.


Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam Online Learning UHAMKA

Comments

Popular posts from this blog

PKT-UTS

Domain Studi Kecerdasan Tiruan oleh Reva Qintara Rohmansa

Tiga Kelompok Kecerdasan Tiruan oleh Reva Qintara Rohmansa