Studi Pemodelan dan Simulasi oleh Reva Qintara Rohmansa

A. Langkah-Langkah Studi Simulasi


1. Formulasi Masalah

- Mengidentifikasikan masalah yang akan diselesaikan.
- Mendeskripsikan operasi sistem dalam terms obyek dan aktivitas dalam suatu layout.
- Mengidentifikasi sistem dalam terms variabel input (eksogen), dan output (endogen).
- Mengkategorikan variabel input sebagai decision (controlable) dan parameters (uncontrolable).
- Mendefinisikan pengukuran kinerja sistem (sebagai fungsi dari variabel endogen) dan fungsi obyek (kombinasi beberapa pengukuran).
- Mengembangkan struktur model awal (preliminary).
- Mengembangkan struktur model lebih rinci yang mengidentifikasi seluruh obyek berikut atribut dan interface-nya.

2. Penetapan Tujuan dan Rencana Proyek : Pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah.

3. Konseptualisasi Model : Membangun model yang masuk akal.

a. Memahami Sistem
- Pendekatan proses (physical flow approach) didasarkan pada tracking flow dari entitas-entitas keseluruhan sistem berikut titik pemrosesan dan aturan keputusan percabangan.
- Pendekatan peristiwa (state change approach) didasarkan pada definisi variabel keadaan internal dan events sistem yang mengubahnya, diikuti oleh deskripsi operasi sistem ketika suatu event terjadi.

b. Konstruksi Model
- Definisi obyek, atribut, metode.
- Flowchart metode yang relevan.
- Pemilihan bahasa implementasi.
- Penggunaan random variates dan statistik kinerja.
- Coding dan debugging.

4. Pengumpulan Data : Mengumpulkan data yang diperlukan untuk me-run simulasi.

- Observasi langsung dan perekaman manual variabel yang diseleksi (selected).
- Time-stamping untuk melakukan tracking aliran suatu entitas keseluruhan sistem.
- Menyeleksi ukuran sampel yang valid secara statistik.
- Menyeleksi suatu format data yang dapat diproses oleh komputer.
- Analisis statistik untuk menetapkan distribusi dan parameter data acak.
- Memutuskan data mana yang dipandang sebagai acak dan yang mana diasumsikan deterministik.

5. Penerjemahan Model : Konversi model ke dalam suatu bahasa pemrograman.

6. Verifikasi : Verifikasi model melalui pengecekan apakah program bekerja dengan baik.

7. Validasi : Cek, apakah sistem merepresentasi sistem riil secara akurat.

8. Desain Eksperimen

- Evaluasi statistik output untuk menetapkan beberapa level presisi yang diterima dari pengukuran kinerja.
- Analisis terminasi digunakan jika interval waktu riil tertentu akan disimulasikan.
- Steady state analysis digunakan jika object of interest merupakan rata-rata long-term.

9. Produksi Run dan Analisis : Running aktual simulasi, mengumpulkan dan menganalisis keluaran.

10. Jalankan Lagi (More Run) : Mengulangi eksperimen jika perlu.

11. Dokumentasi dan Laporan

12. Implementasi : Terapkan pada skala dunia nyata.

B. Kelebihan Simulasi

1. Sebagian besar sistem riil dengan elemen-elemen stokastik tidak dapat dideskripsikan secara akurat dengan model matematik yang dievaluasi secara analitik. Dengan demikian, simulasi seringkali merupakan satu-satunya cara.

2. Simulasi memungkinkan estimasi kinerja sistem yang ada dengan beberapa kondisi operasi yang berbeda.

3. Rancangan-rancangan sistem alternatif yang dianjurkan dapat dibandingkan via simulasi untuk mendapatkan yang terbaik.

4. Pada simulasi bisa dipertahankan kontrol yang lebih baik terhadap kondisi eksperimen.

5. Simulasi memungkinkan studi sistem dengan kerangka waktu yang lama dalam waktu yang lebih singkat, atau mempelajari cara kerja rinci dalam waktu yang diperpanjang.

C. Kelemahan Simulasi

1. Setiap langkah percobaan model simulasi stokastik hanya menghasilkan estimasi dari karakteristik sistem yang sebenarnya untuk parameter input tertentu. Model analitik lebih valid.

2. Model simulasi seringkali berharga mahal dan menghabiskan waktu yang lama untuk dikembangkan.

3. Output dalam jumlah besar yang dihasilkan dari simulasi biasanya tampak meyakinkan, padahal belum tentu modelnya valid.

D. Jebakan Simulasi

1. Gagal mengidentifikasi tujuan secara jelas.

2. Desain dan analisis eksperimen simulasi tidak memadai.

3. Pendidikan dan pelatihan yang tidak memadai.


Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam Online Learning UHAMKA

Comments

Popular posts from this blog

PKT-UTS

Domain Studi Kecerdasan Tiruan oleh Reva Qintara Rohmansa

Tiga Kelompok Kecerdasan Tiruan oleh Reva Qintara Rohmansa