Konsep Dasar Kecerdasan Tiruan oleh Reva Qintara Rohmansa

Kecerdasan buatan (AI) adalah bidang ilmu komputer yang dikhususkan untuk memecahkan masalah kognitif yang umumnya terkait dengan kecerdasan manusia, seperti pembelajaran, pemecahan masalah, dan pengenalan pola. Berikut merupakan beberapa konsep dalam kecerdasan buatan.

1. Turing Test (Metode Pengujian Kecerdasan)

Turing test merupakan sebuah metode pengujian kecerdasan yang dibuat oleh Alan Turing. Proses pengujian ini melibatkan seorang penanya (manusia) dan sebuah mesin yang akan diuji. Penanya tidak bisa melihat langsung kepada obyek yang ditanyai. Penanya hanya diminta untuk membedakan antara jawaban komputer dan jawaban manusia berdasarkan jawaban kedua obyek tersebut. Jika penanya tidak dapat membedakan mana jawaban komputer/mesin dan jawaban manusia, maka Turing berpendapat bahwa mesin yang diuji tersebut "CERDAS".

2. Pemrosesan Simbolik

Awalnya, komputer dirancang untuk memproses bilangan atau angka-angka (pemrosesan numerik). Sementara, manusia dalam berpikir dan menyelsaikan masalah lebih bersifat simbolik, tidak didasarkan kepada sejumlah rumus atau melakukan komputasi matematis. Sifat penting dari kecerdasan buatan (AI) adalah bahwa kecerdasan buatan (AI) merupakan bagian dari ilmu komputer yang melakukan proses secara simbolik.

3. Heuristic

Istilah heuristic diambil dari bahasa Yunani, yang berarti menemukan. Heuristic merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian (search) ruang problematika secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan disepanjang jalur yang memiliki (kemungkinan) tingkat keberhasilan yang paling tinggi.

4. Inferencing (Penarikan Kesimpulan)

Kecerdasan buatan (AI) mencoba membuat mesin memiliki kemampuan berpikir atau mempertimbangkan (reasoning). Kemampuan berpikir (reasoning) termasuk pada penarikan kesimpulan (inteferencing) berdasarkan fakta-fakta dan aturan dengan menggunakan metode heuristic atau metode pencarian lainnya.

5. Pattern Matching (Pencocokan Pola)

Kecerdasan buatan (AI) bekerja dengan metode pencocokan pola (pattern matching) yang berusaha untuk menjelaskan obyek, kejadian (events) atau proses, serta dalam hubungan logika atau komputasional


Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam Online Learning UHAMKA

Comments

Popular posts from this blog

PKT-UTS

Domain Studi Kecerdasan Tiruan oleh Reva Qintara Rohmansa

Tiga Kelompok Kecerdasan Tiruan oleh Reva Qintara Rohmansa