Hubungan antara Pemodelan dan Simulasi

HUBUNGAN SIMULASI, MODEL DAN SISTEM


Simulasi adalah cara mempelajari sistem dengan menggunakan pemodelan. Mempelajari sistem dengan simulasi, secara numerik dapat menjalankan model dengan memberi input dan melihat pengaruhnya terhadap output.

A. Definisi Sistem

Menurut Schmidt dan Taylor (1970), sistem didefinisikan sebagai suatu kumpulan, satu kesatuan, seperti manusia dan mesin yang aktif dan berinteraksi bersama-sama untuk mendapatkan penyelesaian akhir dari pokok pikiran. Secara sederhana, sistem dapat diartikan sebagai sekumpulan obyek yang dihubungkan satu sama lain melalui beberapa interaksi reguler atau secara bebas untuk mencapai suatu tujuan.

B. Lingkungan Sistem

Sistem biasanya dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di luar sistem. Perubahan ini terjadi di lingkungan sistem. Dalam pemodelan, sistem perlu ditetapkan batas (boundary) antara sistem dan lingkungannya.

C. Komponen Sistem

Berikut adalah beberapa komponen yang terdapat dalam sistem.

- Entitas merupakan obyek dalam sistem.
- Atribut merupakan suatu sifat dari suatu entitas.
- Aktivitas merepresentasikan suatu periode waktu dengan lama tertentu (specified length).
- Keadaan sistem didefinisikan sebagai kumpulan variabel untuk menggambarkan sistem.
- Perisitiwa didefinisikan sebagai kejadian sesaat yang dapat mengubah keadaan sistem.

D. Kategori Sistem

Berikut adalah beberapa kategori yang terdapat dalam sistem.

- Sistem Diskrit        : Variabel keadaan hanya berubah pada set titik waktu yang diskrit.
- Sistem Kontinyu    : Variabel berubah secara kontinyu menurut waktu.

E. Klasifikasi Model dalam Simulasi

Berikut adalah beberapa klasifikasi model yang terdapat dalam simulasi.

1. Model Simulasi Statik vs. Dinamik
- Model Statik : Merepresentasikan sistem pada waktu tertentu. Di model ini, waktu tidak berpengaruh.
- Model Dinamik : Merepresentasikan sistem dalam perubahannya terhadap waktu.

2. Model Simulasi Deterministik vs. Stokastik
- Model Deterministik : Tidak memiliki komponen probablistik (random).
- Model Stokastik : Memiliki komponen input random, dan menghasilan output yang random pula.

3. Model Simulasi Kontinyu vs. Diskrit
- Model Kontinyu : Status berubah secara kontinyu terhadap waktu.
- Model Diskrit : Status berubah secara instan pada titik waktu yang terpisah.

Berikut adalah beberapa simulasi sistem peristiwa diskrit.

- Pemodelan sistem, dimana variable mengalami perubahan pada set waktu yang diskrit.
- Metode : Numerik (bukan analitik)
    ➝ Analitik : Alasan deduktif secara matematis; akurat
    ➝ Numerik : Prosedur komputasional; aproksimasi
- Model simulasi di-run (bukan diselesaikan (solved)).
    ➝ Observasi sistem riil, entitas, interaksi
    ➝ Asumsi model
    ➝ Pengumpulan data
    ➝ Analisis dan estimasi kinerja sistem

F. Verifikasi dan Validasi Model dalam Simulasi

- Langkah terpenting dalam studi simulasi ialah validasi.
- Validasi bukan merupakan tugas tersendiri yang mengikuti pengembangan model, namun merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dalam pengembangan model.
- Verifikasi :
    ➝ Apakah kita membangun model yang benar?
    ➝ Apakah model diprogram secara benar (input parameters dan logical structure).
- Model simulasi di-run (bukan diselesaikan (solved)).
    ➝ Apakah model merupakan representasi akurat dari sistem riil?
    ➝ Proses interaktif dari pembandingan model terhadap sifat sistem aktual dan memperbaiki model.


Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam Online Learning UHAMKA

Comments

Popular posts from this blog

PKT-UTS

Domain Studi Kecerdasan Tiruan oleh Reva Qintara Rohmansa

Tiga Kelompok Kecerdasan Tiruan oleh Reva Qintara Rohmansa